Pelaut,
Bentangan samudra telah ada di hadapan…
Kataku,
perjalanan ini akan panjang…
Kataku,
perahu ini tidaklah besar…
Tidak hanya bajak laut,
Lebih dari mereka,
akan banyak yang menghalangi…
Tidak sekedar badai dan turbulensi,
Lebih dari itu…
Akan banyak yang menghadang di hadapan…
Menjahit layar..
Merangkuh dayung…
Menyikat geladak…
Pastikan persiapanmu…
Mungkin,
Akan tidak kusebut lagi…
Indahnya pulau yang kita tuju…
Suasana dimana batin kan temukan kesejukannya…
Mungkin,
Akan jarang kusinggung lagi…
Damainya pantai yang kan menyambut..
Lokasi dimana raga kan berbaring tenang…
Karena itu…
Sedari awal, kukatakan…
Siapkan perbekalanmu…
Sebelum kapal ini menjauh dari dermaga…
„Laut yang tenang, tidak akan membentuk pelaut yang tangguh…“
Turbulensi telah menunggu…
Apakah engkau akan lari..? Atau menghadapainya…?
Keren, By!
Ika bilang ya..perkembangan aby dalam membuat puisi cepat lho… Hehehe
Jadi, cewe Minang mana By yang diajak nemenin mengarungi samudra itu?
Have a nice trip, then!
two thumbs up…
wah by, bagus banget dech puisinya.
maknanya dalam banget… bisa diterjemahkan beda-beda bagi tiap orang yang mbaca. bagusss…
keep up the good work…
kereeennn .. puisi yang maskulinitasnya lebih mendominasi. Jarang loh ada puisi kaya gini …
wow! k’aby kerennn! ga nyangka ternyata k’aby jago juga. hehehehe…
Wahhh ente ga cocok kerja di laut atau air…
Ente cocoknya kerja di gas…
Mau tau peruntungan kerja anda??
Ketik REG sepasi PRIMBON dan kirim ke 6288…
Primbon saya akan membantu anda.
regards,
Jack Stupid a.k.a Ki Joko Bodo
@ Ika, Karin, Raras, Ulya, Dian and Fabian:
Terima kasiiihh…
Masih belajar dan terusss belajar…
Maklum… Maklum…
Btw, quotation terakhir itu terinspirasi pas jamannya KP di Balikpapan. Thanks to my bro: iwan
duh, merinding bacanya..
turbulensi bukannya kalo kita naek pesawat by?
keren ka,
jadi sama siapa mengarungi samudranya?
ditunggu undangannya =P
hehehe.. ciyehhh pa’ Oncu.. bisa aja curhat dengan kata2 puitis.. keyeeennn !
Good luck ya