Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya hina dina
(KH. Rahmat Abdullah (Alm.))
Di dalam hidup, Allah SWT. telah memberikan hamba-NYA kebebasan dalam memilih, luar biasa bebasnya, jauh lebih LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia) dari pemilu yang pernah ada. Karena pilihan-pilihan itu merupakan pilihan hati kita yang hanya kita dan Sang Penggenggam Jiwa saja yang tau. Sama halnya dengan memilih sikap ini: rendah hati kah kita atau justru sebaliknya… Mau yang manakah yang kita pilih, kita sendirilah yang akan menentukannya, dan pastilah – sebuah konsekuensi logis – kita jugalah yang akan mempertanggungjawabkannya (sendiri) kelak.
Ya Rabbana, semoga hari-hari setelah Ramadhan ini senantiasa kami penuhi dengan kerendahan hati, sebanyak apapun nikmat yang Engkau berikan maupun sesempit apapun (cobaan) hidup yang Engkau hamparkan… Dan mohon bekalilah kami dengan kekuatan hingga kami bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Amiiin…
Amiin…Amiin..
semoga didekatkan rezeki dan jodoh nya..
Hidup ini pilihan, mau ga mau selalu ada yang harus dikorbankan.
Semoga setiap pilihan yang diambil benar-benar yang terbaik buat kita semua.
Aby, good to read your wise words. You are absolutely right! One important thing in our life is to make decision among choices. (http://dantzig-er.blogspot.com)
kutipan puisi dr alm.ust.rahmat abdullah tho..
sama spt yg dikutip ika d blog-ny.
hidup adalah meniti pilihan dan resiko.
taqobbalallahu minna wa minkum,
mohon maaf lahir batin ya…
@Trian:
Amiiin…
@Nilna:
Yep, tapi kalao bisa gak ada yang dikorbankan lebih bagus na…
Amiiin…
@Danan:
Thanks bro…
For a comment from a phillospher..
@Ratih:
Maaf lahir batin tih.
Iya ya, kok samaan… Tapi sah-sah aja kok untuk ngebahas yang sama… Hehehe…
Lagi – lagi tulisan yang berat, huhuhu…dirikuw bingung ni mau komen apa. Skali – skali bikin tulisan ringan napa by, seperti siapa yang lebih jago maen bulu tangkis antara michael jordan dan michael phelps, wahahaha…nyampah ajee gw nihh…
By, it was a comment from a philosopher(-wannabe) to a philosoper. As life brings us through various journeys, we find ourselves as “great” philosophers in some ways
Mohon maaf lahir dan batin.
That’s a good one Abi…tetap tawadhu
Aby.. puisi pembukanya emang mantaps..
Awal mula saya kenal tulisan almarhum…
cantik dan menggetarkan, subhanallah =)