Sungguh hebat memang kalau kita melihat para politisi jaman sekarang menebar pesona masing-masing. Bisa uang sekian milyar dihamburkan demi memperkenalkan diri dan berusaha sebisa mungkin menghadirkan wajahnya di hadapan mata jutaan pemirsa televisi dan bahkan mejeng diantara belantika billboard ibu kota. Sadar saya, suatu saat mungkin bisa saja saya berada di posisi mereka, menempuh langkah yang sama (Na’ udzu billahi mindzalik…).
Semoga ini bisa minimal bisa dijadikan pengingat, bahwa strategi marketing yang paling baik adalah tidak dengan menjual diri disaat injury time seperti sekarang ini, saat semua orang sadar bahwa pada tahun 2009 nanti bangsa ini akan mengadakan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih presiden. Maka wajar saja jika salah satu pra-duga yang disandangkan kepada para artis politik tersebut adalah curi start menjelang pemilu. Tapi ini semua adalah skenario yang terbaik dari kondisi persiapan dari calon tersebut yang ada. Terlepas dari mereka punya niat apa atau bahkan mengincar jabatan apa di tahun 2009 nanti.
Pembentukan image yang yang paling cantik adalah dimulai dari jauh-jaauuuuuh hari…Orang sendiri lah yang akan membentuk pelabelan dari apa yang kita lakukan. Jelas sekali, karena kita di dunia ini sedang berbagi ruang hidup dan semua orang pasti akan melihat dan menilai apa yang kita kerjakan. Tapi bukan berarti kita harus bekerja untuk mendapatkan pelabelan yang baik dari orang lain, wuahh…sungguh mubadzir…karena apa pun yang kita lakukan, orang pasti akan berkomentar.
Salah satu konsep 7 habit (for highly effective people) miliki, yaitu konsep rekening bank emosi bisa dijadikan salah satu sandaran mengenai pentingnya setiap orang mengatur pola interaksinya terhadap orang lain. Setiap orang memiliki rekening (bank emosi), kemudian kita bisa menambah nominal rekening kita atau bisa menguranginya bergantung dari apa yang kita lakukan kepada orang lain. Ketika kita berbuat baik maka (secara tidak sadar) orang tersebut sebenarnya menaruh simpati pada kita, inilah kurang lebih yang dimaksud dengan menambah rekening bank emosi (at least, in my interpretation…). Stephen Covey mengingatkan bahwa setelah kita mempunyai sejumlah rekening bank emosi tersebut tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk berinteraksi ketimbang tidak ada sama sekali (mungkin karena tidak pernah berinteraksi sebelumnya) atau bahkan memiliki rekening bank emosi yang minus/defisit, alamat tidak akan dapet apa-apa. Konsep ini sebenernya suatu analogi terhadap hati yang dikaruniai setiap orang. Bahwa setiap orang memiliki hati dan betapa pentingnya menjaga hati dan perasaan orang.
Jika saja para artis politis yang tampil telah memiliki catatan kebaikan yang baik, tentu akan semakin memudahkan pencalonannya nanti. Minimal bisa mengurangi kerja tim suksesnya karena dengan sendirinya publik pasti telah mengenal dirinya dan bisa jadi media massa secara tidak langsung telah sejak lama memperkenalkan sosoknya kepada khalayak umum. Kampanye memang bisa dibilang suatu momen yang tepat untuk mengenalkan calon, namun semoga dana yang di gelontorkan bisa lebih proporsional dan tidak berlebih-lebihan. Karena bisa saja ada tokoh yang memiliki track record bagus dan luar biasa baiknya tapi kebaikannya tidak pernah terliput media (entah tidak mau diliput media atau media memang enggan meliputnya). Untuk tipikal orang seperti ini mudah-mudahan diberikan dana lebih untuk berkampanye menyaingi kompetitornya yang artis politis dan berkantung tebal, sadisss….
Beruntunglah orang yang di demo, orang yang di kritik, orang yang di sidang di tengah forum dan orang yang layangkan surat teguran maupun sms gelap karena ada orang yang memperhatikan tindak-tanduknya dan mudah-mudahan mengingatkannya untuk menjadi karakter yang lebih baik dan semakin kokoh dalam membuat keputusan…
Orang akan berkomentar ketika kita berbuat baik, orang pun tentu akan berkomentar ketika kita berbuat yang tidak baik. Berbuatlah yang benar dan terbaik, karena kita berbuat bukan karena komentar orang-orang…(just my simple tought)
[1] Demi masa.
[2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
[3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran
-Q.S. Al Ashr-
hmm, apa kabar pak Aby. masih sibuk di sana? wah, tulisannya makin berbobot aja niiiih.
My Thought:
Jangan terjun ke arena politik jika blm punya ketajaman kontribusi. Roughly speaking, janganlah kita jadi benalu. Semoga Allah menjaga kita semua agar tidak menjadi seperti “yang sudah-sudah”… Amiiiiin
-ngasi komen di blog sy sbg notifikasi ada postingan baru ya?
Kalau promosi media dilakukan setelah tanggal 12 Juli 2008, sudah legal loh.
Soalnya masa kampanyenya sekarang hampir 9 bulan. Mo niru-niru kampanye di USA sana kah?
* BTW, salam kenal!
Wiken kmaren gw, tosay, ricka dan panai berdiskusi. Kesepakatan kami, untuk pemilu 2009, kami menyarankan agar partai2 menggunakan jasa Cinta Laura sebagai jurkamnya.
Bayangkan saja dek Cinta meneriakkan yel2, “PKS rock!!!”, atooo “pwiliihh Whiranthouw, kawrena dia awesome bangeet” atooo “Cowwbloooss Gewrindraa, it’s number five!!! kyaaaa…”
Mantab bukan???
menyedihkan ngeliat realita saat ini. politik dijadiin ajang pencarian kekuasaan oleh ‘orang-orang lama’ di saat berjuta rakyat menggantungkan harapannya. tapi, suka ato ga, cuma dengan pertarungan cara ini ‘orang-orang lama’ bisa dihilangkan.
.
sepakat ttg konsep bank emosi.karena bagaimanapun jg pemimpin sejati dilihat dari nurani kepemimpinannya. bukan sesering apa orang melihat wajahnya. tp parahnya wajah nurani ini selalu tertutupi oleh strategi marketing yang super dahsyat. akhirny rakyat selalu memilih ‘orang-orang lama’.yah,untuk ngerubah itu mungkin ‘orang-orang baru’ dan takut pada Tuhan mmg harus masuk, tp tdk terwarnai. ini namanya perjuangan:).
orang boleh benci dengan politik,tp dgn politik khidupan bernegara kt digantungkan. taruhannya adl kehidupan jutaan rakyat. saya meyakini politik adalah salah satu jalan tol menuju perubahan. mungkin justru mindset orang2 politik yg perlu dirubah. kl kt ust.anis matta;politic is public service. pemimpin (org2 politik, org yg pegang kekuasaan) adl pelayan publik. indah dan damai dunia
Pernah seorang akh temen ane komentar tentang iklan salah seorang politisi yg iklannya di TV wee….h… dahsyat baget….. “HIDUP ADALAH PERBUATAN” (kalo slogannya ane setujuuu…..) bilang… : “untung perbuatannya cuma pasang iklan yah…. coba kalo biaya iklannya buat kegiatan baksos, buat yankes, buat kegiatan sosial lainnya yg buat kader seperti kita aja musti patungan… gak kebayang deh… bisa abis kita……”
he… he… he… lucu juga sih… ternyata untuk berbuat baik uang ternyata “juga diperlukan”. Jadi sah sah aja buat orang yg berduit untuk mensosialisasikan diri dan apapun dengan cara yg mungkin dan mampu dia lakukan…. (yg belum mampu jgn cuma iri itu tugas ente semua untuk lebih kreatif… ha.. ha.. ha.. ). Trus mungkin benar kata Ust. Anis Matta bahwa orang shaleh pun harus kaya….. Wallahualam……
I still don’t get it…
Adakah manusia yang memang tulus ingin membuat perubahan baik bagi negeri ini, mau dicalonkan menjadi pemimpin negeri ini…?
Ada beberapa kemungkinan:
1. Dia tidak tahu betapa parahnya kerusakan negeri ini, dan betapa sulitnya memperbaiki negeri ini.
2. Dia hanya berdusta, dan kepemimpinan hanya sebagai ambisi pribadinya.
3. Dia tidak tahu betapa dahsyatnya siksa yang disiapkan bagi pemimpin yang lalai di akhirat nanti.
4. Dia tidak percaya akhirat.
Kepemimpinan adalah amanah, dan seseorang yang tahu resiko memegang amanah tidak akan berambisi untuk memegangnya, apalagi mengeluarkan biaya mengiklankan dirinya di media masa… Niat banget sich…
Mungkin gak sich…?
meneketehe…
hehehe…
hiks… hiks…
aBy jadi orang yang amanah, jangan suka ingkar janji…
pesan dimas sich…
@ Rachma:
Hatur nuhun untuk kutipan ayat-nya…
@ Doni:
Kabar baik don. Thanks for dropping by brur…
@ Arie:
Yeah, mudah2an jadi lebih mencerdaskan sang pemilih untuk tidak sebegitu mudahnya terpesona oleh janji2 mereka rie…
Salam kenal juga yaa…
@ Fabian:
Haha…Jangan2 skarang lagi di buru tuh orang nya fab…Public figure gicuh…
@ Ratih:
Satuju tih…Mudah2an semakin banyak bermunculan pemimpin yang punya jiwa pelayanan ya tih…
@ Amar:
Iya tuh, coba uangnya dibelanjain untuk kebutuhan lain…Mantabb…Mudah2an aja beliau juga tidak melupakan tanggung jawab sosialnya ya mar…Thanks for dropping by bro…
@ Dimas:
Amiiiin Dim…Mohon doanya agar senantiasa amanah…
Mengenai manusia yang berniat tulus, insyaALLAH ada ( I don’t know for sure and don’t ask any statistic for that…) , let’s think positive…but always stay alert for any discrepancy…